Sejarah Terciptanya Parfum dan Industri Modern

Kata parfum berasal dari kata latin “per” yang berarti fundamental (mendasar) dan “fumus” yang berarti smoke (asap). Kemudian orang Prancis  memberi nama “parfum” pada bau yang ditimbulkan oleh pembakaran dupa. Sebenarnya, bentuk parfum pertama adalah dupa, yang pertama kali diproduksi oleh bangsa Mesopotamia sekitar 40 abad yang lalu.

Sejarah wewangian dimulai dengan budaya kuno di Mesopotamia di mana berbagai resin dan kayu dibakar selama upacara keagamaan. Kemudian kemenyan mencapai Mesir sekitar 3000 SM, namun hingga awal Zaman Keemasan Mesir, parfum hanya digunakan dalam ritual keagamaan. Mereka biasanya merendam diri dalam parfum untuk bersenang-senang.

Orang Yunani kuno  berhasil membuat parfum cair pertama menggunakan metode penyulingan  Arab. Pada abad ke-17, parfum meraih sukses besar, terutama di Prancis. Sejarah Parfum Pada saat itu digunakan sebagai wewangian untuk menutupi bau tak sedap. Pada saat yang sama, parfum banyak digunakan di Inggris pada masa pemerintahan Henry VIII dan Ratu Elizabeth I. Semua tempat umum diberi wewangian pada masa Ratu karena dia tidak tahan dengan bau tak sedap.

Sejarah parfum di abad ke-19 dan perkembangannya

Seperti di industri dan seni, abad ke-19 melihat perubahanbesar dalam sejarah parfum. Perubahan rasa dan perkembangan teknologi kimia menjadi dasar wewangian modern.

Pada pergantian abad, komposisi parfum biasanya hanya terdiri dari rangkaian bunga tunggal. Saat ini, komposisi parfum sangat kompleks, terdiri dari banyak bahan kimia alami dan sintetis, yang sering disebut “produk” atau “nada tambahan”.

Channel No5 adalah parfum pertama yang menggunakan prinsip kimia modern dan  mengandung zat sintetis. Pada awal abad ke-18, cologne ditemukan oleh seorang tukangcukur Italia di Cologne, Jerman. Nama asli campuran parfum ini adalah “Aqua Admirabilis” (air yang luar biasa). Cologne ini sangat dipuji oleh Napoleon dan pertama kali dijual sebagai wewangian dengan nama 4711Parfum ini tetap menjadi wewangian tertua yang terus diproduksi di dunia.

Bagaimana Perkembangan Sejarah parfum modern?

Sejarah wewangian tidak dapat dipisahkan dari proses produksinya. Aromatisasi kimia  adalah langkah pertama dalam mengekstraksi minyak atsiri dari tanaman wangi. Meskipun banyak cara yang dapat digunakan, namun cara yang paling umum adalah penyulingan atau penyulingan. Distilasi uap didasarkan pada prinsip bahwa ketika bahan tanaman ditempatkan dalam air mendidih, ia melepaskan minyak atsirinya, yang kemudian menguap bersama uap. Setelah uap dan minyak  mengembun, minyak  terpisah dari air dan dapat dikumpulkan. Bahkan dibutuhkan ribuan kilogram bunga  untuk menghasilkan satu kilogram cairan minyak atsiri. Itu sebabnya banyak parfum  sangat mahal. 

Minyak selanjutnya diencerkan dengan alkohol. Alkohol yang bertindak sebagai zat pengikat memberikan efek aroma yang tahan lama dengan memperlambat penguapan. Cairan tersebut kemudian dibiarkan meresap ke dalam panci tembaga sebelum didinginkan agar partikel lilin mengendap. Setelah disaring, yang terakhir adalah pengemasan. Saat ini, banyak pembuat parfum bereksperimen dengan berbagai bahan untuk menciptakan aroma yang menyenangkan. Saat ini, wewangian menggunakan bahan sintetis dan alami. Komponen alami meliputi ekstrak bunga, daun, akar dan buah-buahan.

Bentuk cairan yang paling pekat dan tentunya yang paling mahal adalah parfum. Kandungan alkohol parfum yang tahan lama dan beraroma kuat adalah 20-30%. Parfum mengandung larutan alkohol 10-15%, sedangkan eau de toilette (EDT) mengandung alkohol 3-8%.

Komposisi parfumnya sangat unik, saat dioleskan ke tubuh, parfum dibuka dengan top notes, lalu melembut sedangkan middle notes melengkapi efek aromanya, yang akhirnya memberi jalan ke base note.

Nada atas adalah nada pertama yang hanya bertahan 5-10 menit. Untuk benar-benar mengetahui apakah suatu parfum cocok untuk kita, Anda perlu mengetahui “heart note” atau nada tengahnya. Ini adalah wewangian yang mulai muncul saat wewangian tersebut menyatu dengan kimia unik kulit. Terakhir, nada dasar adalah ekspresi terakhir dari parfum, yaitu. bau yang tercipta saat parfum mengering. Ini adalah aroma yang tetap hidup.

Inilah ikhtisar sejarah parfum, dari mana nama itu berasal, bagaimana proses produksi membuat komposisi parfum modern. Menggunakan wewangian tidak hanya membuat kita wangi, tetapi juga dapat membantu menghilangkan stres, menyegarkan atau sekadar mengangkat semangat kita.Dapatkan pilihan produk parfum  terbaik hanya dari perwakilan Zuka Perfuma terdekat atau dari website kami Zukaparfum.com. Kami akan memilihkan parfum favorit Anda dengan harga spesial !